Tempat wisata di Bangkok adalah perpaduan antara peninggalan masa silam dan kreasi masa kini, antara kedamaian dan keriuhan. Ibukota Thailand yang terbentuk sejak sekitar abad ke 15 ini dibelah oleh sungai Chao Phraya, dan menawarkan sisi tradisional seiring perkembangannya yang modern.

Berwisata di kota modern yang padat dan ramai ini, kamu bisa mengunjungi situs kuno, berperahu di kanal, hingga belanja di mall modern. Selesai menjelajah Bangkok, kamu bisa mengunjungi destinasi wisata di sekitarnya seperti Lopburi dan Ayutthaya.

Di tulisan ini dibahas sebagian saja dari banyaknya destinasi wisata Bangkok. Sekarang yuk kita tengok apa saja tempat wisata yang menarik di Bangkok?

Istana dan Bangunan Kerajaan

1. Istana Raja (Grand Palace)

Istana Raja ini dibangun oleh Raja Rama I pada 1784 dan menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan. Seni dan arsitektur Thailand yang mengesankan dapat kamu temui di penjuru kompleks istana. Namun sejak awal abad 20 istana ini sudah tidak menjadi tempat tinggal raja dan keluarganya, sekarang difungsikan menjadi obyek wisata.

Kalau kamu megunjungi istana ini kamu akan masuk melalui gerbang di Jalan Na Phra Lan. Di tempat itu kamu bisa menyewa pemandu. Untuk menjelajahi kompleks istana butuh waktu 2 jam, makanya bawa minum ya karena baru setelah tur berakhir kamu akan menjumpai kafe.

Selama berwisata di sini kamu wajib menjaga kesopanan. Pakaian pun musti sopan jangan memakai sandal, celana pendek, rok mini, baju tanpa lengan, atau pakaian seksi lainnya. Pengunjung yang pakaiannya tidak sopan akan dipinjami pakaian sebelum diperbolehkan melihat-lihat istana ini.

Bagian-bagian istana antara lain:

  • Paviliun Aphonphimok
    Paviliun kayu kecil yang indah ini dibangun oleh Rama IV (memerintah 1851-68) untuk ruang ganti Raja sebelum menghadiri pertemuan di Aula Tahta Dusit. Atapnya bertingkat dan mempunyai dekorasi keemasan.
  • Aula Amarin Winichai
    Bangunan ini dulu adalah ruang pertemuan dengan tamu asing. Di dalamnya ada mural berwarna-warni dan singgasana Busabok Mala milik Rama I yang berbentuk perahu beratap kanopi putih sembilan tingkat. Tempat ini terbuka untuk umum pada hari kerja dan digunakan sebagai tempat upacara kenegaraan.
  • Istana Dalam
    Sampai jaman Rama VII (memerintah 1925-35), Istana Dalam ini hanya dihuni oleh wanita. Semua laki-laki kecuali Raja dilarang untuk masuk. Tempat ini sekarang masih tertutup untuk umum, dijadikan sebagai sekolah untuk anak perempuan dari keluarga terkemuka.
  • Chakri Maha Prasat
    Aula tahta Chakri berada di bagian tengah kompleks istana dimana abu Raja Chakri disemayamkan. Arsitekturnya perpaduan antara Thailand dan barat, dibangun pada 1882 oleh Rama V (memerintah 1868-1910).
  • Aula Phaisan Thaksin
    Tempat ini tidak terbuka untuk umum dan hanya digunakan untuk penobatan. Di dalamnya berisi Kursi Penobatan dan Phra Siam Thewathirat sang dewa pembimbing.
  • Taman Siwalai
    Kebun yang indah dan terawat baik ini dulunya digunakan untuk tempat resepsi resmi. Dalam kebun terdapat Phra Buddha Ratana Sathan kuil pribadi yang dibangun oleh Rama IV, dan mansion (semacam rumah besar) Boromphiman yang dibangun oleh Rama V untuk Putera Mahkota. Sekarang digunakan sebagai wisma untuk tamu yang mengunjungi pejabat tinggi.

2. Taman Dusit

Disebut juga sebagai Kota Kerajaan Baru, Taman Dusit adalah tempat tinggal beberapa anggota keluarga kerajaan, dan digunakan untuk kantor pemerintah. Taman Dusit dibangun oleh Rama V dengan meniru taman-taman yang telah dilihatnya saat berkunjung ke Eropa.

Aturan berkunjung ke tempat ini sama dengan di Istana Raja. Pakaian harus sopan hindari celana pendek, kaos you can see, dan rok mini. Juga disarankan untuk membawa air minum sendiri.

Bagian-bagian dari Taman Dusit antara lain:

  • Aula Singgasana Abhisek Dusit
    Perpaduan arsitektur Thailand, Islam, dan Victoria. Di dalamnya terdapat musemum SUPPORT yang menampilkan kerajinan tradisional. Aula ini juga digunakan untuk resepsi kerajaan.
  • Aula Singgasana Ananta Samakhom
    Bangunan marmer ini bergaya renaisans dan menjadi bangunan terbesar di Taman Dusit. Di dalamnya dipamerkan karya-karya seni besar Thailand.
  • Istana Vimanmek
    Bangunan dari kayu jati ini dulunya menjadi tempat tinggal Rama V di awal abad ke 20 dan berisi banyak koleksi artefak kerajaan. Dari 72 ruangannya hanya 30 yang diperbolehkan dikunjungi oleh umum.
  • Paviliun Tepi Danau
    Paviliun yang dihiasi dengan ukir-ukiran ini menghadap hamparan air danau yang tenang. Kadang tempat ini digunakan untuk pertunjukan tari Thailand.
  • Museum Jam Tua
    Jam-jam di museum ini adalah koleksi Raja Rama V dan Rama IX yang didapat selama perjalanan mereka ke Eropa.
  • Museum Gajah Kerajaan
    Bekas istal gajah putih milik raja. Menampilkan perlengkapan gajah seperti howdah/rengga (tempat duduk yang dipasang di punggung gajah), tali suci, dan jimat pawang.
  • Museum Fotografi
    Rama IX adalah seorang fotografer yang handal, karyanya termasuk foto-foto keluarga kerajaan, dipamerkan di museum ini.
  • Kebun Binatang Dusit
    Memiliki koleksi sekitar 300 reptil, 1000 burung, dan 300 mamalia, kebun binatang ini adalah salah satu yang terbaik di Asia dan terbesar di Thailand. Dulunya adalah taman botani pribadi Rama V. Kebun binatang ini juga memiliki danau, padang rumput, dan beberapa wahana untuk anak-anak.

Kuil-Kuil Buddha

1. Wat Phra Kaew (Kuil Buddha Jamrud/Emerald Buddha)

Pada 1782, Raja Rama I menetapkan Bangkok sebagai ibukota Siam dan membangun Wat Phra Kaew sebagai rumah bagi patung Buddha yang paling berharga milik negara. Kuil ini menjadi kuil para bangsawan. Mempunyai stupa, mosaik yang berkilauan, dan pada gerbangnya terdapat sosok yaksha (raksasa).

Mural Ramakien

Membentang sekitar 1 km di sepanjang dinding beranda kuil, mural Ramakien menggambarkan adegan-adegan dari epos Hindu Ramayana di 178 panel yang rumit, detail dan berwarna cerah.

Buddha Jamrud

Terbuat dari batu giok, ini adalah patung Buddha paling suci di Thailand. Tingginya sekitar 66 cm dan diperkirakan dibuat di Sri Lanka. Sempat bersemayam Chiang Rai, Lampang, dan Laos sebelum Rama I akhirnya membawanya ke Bangkok.

Phra Mondop

Tempat penyimpanan teks-teks suci Buddha ini berada di teras atas. Mosaiknya berwarna hijau tua, menjadi latar belakang patung batu Buddha yang duduk di setiap sudut.

Phra Si Rattana Chedi

Chedi (stupa) ini berbentuk kerucut, berkilauan, berdiri dengan anggun di teras atas di samping Phra Mondop, dibangun dari ubin-ubin emas bergaya Sri Lanka.

Tiruan Angkor Wat

Terletak di belakang Phra Mondop, tiruan Angkor Wat ini dipasang oleh Rama IV, ketika Kamboja masih berada di bawah pemerintahan Thailand.

Wihan Yot

Sering disebut sebagai wihan porselen, ruang berdoa yang indah ini berdiri di utara Phra Mondop dan berisi sejumlah patung Buddha.

Bot (Ruang Penahbisan)

Dindingnya dihiasi dengan mural, di ruang ini aroma dupa terasa menyengat.

Hor Phra Nak dan Hor Phra Monthien Tham

Wihan Yot diapit oleh Hor Phra Nak dan Hor Phra Monthien Tham. Hor Phra Nak adalah makam kerajaan berisi guci yang menyimpan abu anggota keluarga raja. Hor Phra Monthien Tham adalah perpustakaan berpintu indah bertatahkan mutiara.

Kuil Gandahara Buddha

Di sudut tenggara kuil berdiri sebuah kuil kecil dengan pintu yang mempunyai lukisan indah. Seringnya kuil ini terkunci, berisi sebuah patung Buddha pemanggil hujan, yang digunakan pada upacara pembajakan (tanah) kerajaan.

2. Wat Pho

Kuil tertua dan terbesar di Bangkok ini merupakan tempat bersemayam patung Buddha Berbaring. Dibangun pada abad ke 16 dan lalu dibangun kembali oleh Rama I.

Kuil ini menjadi tempat tinggal para biksu, mempunyai sekolah, dan paviliun pijat. Di sekelilingnya terdapat banyak patung dan stupa yang berkilauan dengan mosaik.

Patung Buddha Berbaring

Patung ini berukuran besar, terbuat dari batu bata, semen, dan emas. Terletak di wihan (aula pertemuan) di sudut barat laut kompleks kuil.

Telapak Kaki Buddha Berbaring

Telapak kaki Buddha Berbaring bersandar pada 108 lakshana, yaitu karakteristik keberuntungan yang mengidentifikasi Buddha sejati. Dibuat dari mutiara, patung ini adalah karya seni yang memukau.

Pijat Tradisional Thailand

Wat Pho dikenal sebagai pusat pengobatan tradisional dan sejak 1960an membuka sekolah pijat terbaik di Thailand. Para ahli pijat di sini juga menawatkan layanan pijat untuk pengunjung. Kalau ingin belajar pijat kita juga bisa mengikuti kursus pijat 5 hari.

Patung Pertapa

Pada beberapa gundukan di sekitar kuil terdapat patung-patung pertapa dalam berbagai pose. Fungsinya untuk mengajarkan pada orang-orang berbagai postur tubuh untuk penyembuhan.

Paviliun Kedokteran

Terletak di pusat kompleks kuil, mempunyai lempengan batu yang bergambar titik-titik pijat pada tubuh yang digunakan dalam pijat tradisional Thailand.

Bot

Aula penahbisan ini adalah bangunan terbesar di Wat Pho. Di dalamnya ada patung Buddha berukuran besar berbahan perunggu yang alasnya berisi abu Rama I.

Patung Farang

Adalah patung batu besar berbentuk karikatur orang barat (farang/bule) yang mengenakan topi. Patung-patung ini berdiri di samping gerbang yang menuju halaman dalam kuil.

Sekolah Anak-Anak

Seperti di banyak kuil Thailand lainnya, di Wat Pho juga ada sekolah untuk anak-anak. Kadang beberapa di antara anak itu mengajak pengunjung berbicara dengan bahasa Inggris.

Chedi (Stupa)

Ada sekitar seratusan stupa yang indah berhiaskan mosaik porselen di halaman kuil. Empat stupa yang paling penting terletak di halaman barat, yang menjadi tempat abu keluarga kerajaan dan sisa-sisa patung Buddha.

Biksu dan Guti

Biksu-biksu Wat Pho tinggal di guti (ruangan sederhana), di halaman sebelah selatan kuil.

3. Wat Arun

Wat Arun mengambil nama dari dewa fajar India, Aruna, karena Raja Taksin tiba di sini pada saat matahari terbit. Di Oktober 1767 itu dia datang untuk mendirikan Thonburi sebagai ibukota baru Siam. Bangunan kuil ini dipengaruhi oleh arsitektur Khmer, semua menaranya berhiaskan ornamen dengan porselen berwarna-warni.

Meski disebut Kuil Fajar, tetapi pemandangan terbaik Wat Arun adalah dari tepi timur sungai saat matahari tenggelam. Ada beberapa kafe dan restoran di sekitar Tha Tien dari mana kita dapat duduk-duduk menyaksikan matahari turun di balik prang (menara) yang menjulang lalu tenggelam.

Tangga di Menara (Prang) Tengah

Tangga yang curam di menara tengah melambangkan kesulitan yang dihadapi manusia ketika mencoba mencapai pencerahan.

Patung Cina

Menuju teras pertama, sepanjang tangga dijaga oleh patung-patung Cina. Di teras juga terdapat patung-patung berbentuk makhluk mitos.

Prang (Menara) Tengah

Menara di tengah ini ditambah ketinggiannya oleh Rama III (memerintah 1824-51). Menara ini merepresentasikan gunung Meru, tempat tinggal para dewa dalam kosmologi Hindu-Buddha.

Di atasnya dihiasi dengan petir, senjata Dewa Indra, yang juga ditampilkan mengendarai Erawan, gajah berkepala tiga, di sebuah relung di menara.

Keramik

Keramik berwarna-warni yang menutupi menara adalah hasil daur ulang. Pada 1800an kapal dagang Cina membawa porselen rusak sebagai pemberat kapal. Porselen itu akhirnya digunakan sebagai hiasan menara.

Kinnari

Banyak makhluk mitos Thailand yang digambarkan di kuil, salah satunya adalah Kinnari. Ia ditempatkan di tingkat kedua dari menara tengah, berbentuk makhluk setengah burung dan setengah wanita.

Dekorasi Menara-Menara (Prang) Kecil

Empat menara yang lebih kecil mrepresentasikan empat lautan besar. Masing-masing memiliki ceruk berisi patung Phra Pai, dewa angin, di atas kuda putih.

Bot (Aula Penahbisan)

Patung Buddha di ruangan ini dibentuk oleh Rama II (memerintah 1809-24). Abunya disemayamkan di dasar patung. Di ruang ini juga terdapat mural yang dibuat selama masa pemerintahan Rama V.

Mondop

Di antara empat menara kecil ada empat mondop (altar). Setiap mondop mempunyai patung Buddha yang menggambarkan tahap-tahap penting kehidupannya. Kelahiran (utara), meditasi (timur), khotbah (selatan), dan memasuki nirwana (barat).

4. Kuil-Kuil Buddha Lainnya

Wat Bowoniwet

Dibangun pada 1826, kuil ini menjadi tempat di mana raja-raja Thailand dinobatkan dan menjadi salah satu basis agama Buddha di Thailand. Mural di dalamnya menampilkan beberapa tema yang tidak biasa seperti balap kuda di Inggris dan kincir angin Belanda.

Wat Suthat

Salah satu kuil paling penting di Thailand, Wat Suthat dibangun pada awal 1800an untuk menampung patung Buddha perunggu setinggi 8 meter dari Sukhothai. Patung ini ditempatkan di wihan dan dikelilingi oleh mural, di sekitar wihan ada lebih dari 150 patung Buddha. Sao Ching Cha (Ayunan Raksasa) yang menjulang tinggi yang pernah digunakan dalam upacara Brahmana, berdiri di depan kuil.

Wat Traimit

Kuil yang terletak di Chinatown ini memiliki patung Buddha emas setinggi 3 meter, berasal dari jaman Sukhothai dan terbuat dari emas padat.

Wat Suwannaram

Terletak di kanal Bangkok Noi di Thonburi, dekat museum Royal Barge, kuil bergaya Ayutthaya ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Taksin. Di bagian dalam bagian utama kuil ada beberapa mural yang sangat bagus, termasuk penggambaran orang Barat dari era Ayutthaya.

Wat Mahathat

Pangeran Mongkut menjadi biksu di Wat Mahathat selama 12 tahun sebelum ia dinobatkan menjadi Rama IV. Universitas Buddha Mahachulalongkorn dan pusat meditasi bertempat di kompleks kuil ini.

Wat Saket

Dibangun oleh Rama I pada akhir 1700an, kuil ini memiliki suasana damai dan mural yang sangat bagus. Daya tarik lainnya adalah pemandangan Kota Tua dari Gunung Emas, sebuah bukit buatan di dalam kuil setinggi 76 meter.

Wat Benjamabophit

Kuil besar terakhir yang dibangun di Bangkok, antara 1899 hingga 1911. Di sini abu Rama V disemayamkan di bawah patung Buddha emas.

Wat Ratchabophit

Paduan arsitektur lokal dan Barat, kuil ini dibangun di akhir abad ke 19 oleh Rama V. Stupanya setinggi 43 meter dan dikelilingi oleh serambi. Terdapat bot dan wihan yang dirancang seperti kapel gotik Italia.

Wat Hua Krabeu

Terletak di tepi kanal, kuil ini mempunyai koleksi sekitar 10 ribu tengkorak kerbau.

Museum dan Galeri Seni di Bangkok

1. Museum Nasional

Musemum Nasional menempati bangunan yang dulunya adalah Wang Na (Istana Depan), yang dibangun pada 1782 oleh Rama I untuk adik lelakinya. Pada 1887, Rama V memutuskan mengubah istana itu menjadi museum pertama Thailand, sehingga rakyat Thailand dapat menghargai warisan budaya mereka yang kaya.

Museum ini areanya luas sehingga cukup melelahkan untuk dijelajahi. Namun disediakan tempat duduk di sudut-sudut yang teduh untuk beristirahat pengunjung. Mari kita tengok apa saja koleksi Museum Nasional ini.

  • Kuil Buddhaisawan
    Kuil yang indah ini dibangun pada 1787. Mempunyai banyak mural, lantai yang cemerlang, dan patung Buddha emas.
  • Patung Buddha Phra Sihing
    Patung bergaya Sukhothai berukuran kecil terletak di kuil Buddhaisawan.
  • Seni Ayutthaya
    Kepala Buddha berukuran besar, lemari naskah berhiaskan adegan-adegan Ayutthaya di masa jayanya.
  • Seni Rattanakosin
    Sebuah galeri di sayap utara menampilkan seni dan perabotan dari era Rattanakosin abad ke 18 hingga 20. Gabungan antara unsur tradisional dan barat.
  • Seni Lanna
    Beberapa patung Buddha berukuran kecil dari Thailand utara dari era Lanna (abad 13 hingga 16).
  • Rumah Merah
    Rumah bergaya Ayutthaya yang terbuat dari kayu jati ini dulunya adalah rumah dari kakak perempuan tertua Rama I yang bernama Sri Suriyen. Atapnya dihiasi ukiran indah, interiornya berisi beberapa perabotan antik kerajaan.
  • Seni Siam
    Galeri yang terletak di bekas Aula Singgasana Sivamokhaphiman ini berisi seni agama Buddha dari seluruh wilayah Thailand.
  • Seni Sukhothai
    Seni Sukhothai yang berasal dari pertengahan tahun 1200an hingga pertengahan 1400an, sering digambarkan sebagai puncak pencapaian artistik Thailand.
  • Galeri Kereta Pemakaman Kerajaan
    Kereta berdekorasi rumit di galeri ini memberikan gambaran kemegahan dan upacara yang mengiringi pemakaman keluarga kerajaan. Masing-masing kereta berbahan kayu jati yang berlapis emas, beratnya mencapai beberapa ton dan butuh ratusan orang untuk menariknya.
  • Roda Hukum Dvaravati
    Seni Dvaravati berkembang dari abad ke 6 hingga ke 9. Roda Hukum Dvaravati adalah roda batu yang terletak di atas seekor rusa dan berasal dari abad ke 8. Letaknya di lantai 2 sayap selatan.

2. Jim Thompson House

Jim Thompson, seorang pengusaha Amerika yang datang ke Bangkok pada tahun 1945, adalah orang yang menghidupkan kembali seni tenun sutera Thailand. Rumah kayu jati tradisional Thailand-nya berisi barang antik, lukisan, dan patung pilihan dari Asia Tenggara. Dikelilingi oleh taman yang rimbun, di sekeliling rumah utama juga ada lima rumah kayu jati lainnya yang juga memamerkan koleksi Jim.

Keberadaan Jim Thompson sendiri sampai sekarang masih menjadi teka-teki. Pada hari Paskah 1967, Jim keluar berjalan di daerah Cameron Highlands, Malaysia. Sejak itu dia tidak pernah terlihat lagi.

Karena pernah berperan di OSS (Office of Strategic Services, pendahulu CIA), muncul kecurigaan bahwa ia diculik oleh komunis Vietnam. Kabar lain mengatakan ia ditabrak oleh truk dan sopirnya mengubur tubuh Jim.

Rumah Jim yang terletak di dekat khlong (kanal) Saen Saep sekarang menjadi museum yang memamerkan karya seni koleksi Jim. Jim Thompson Silk yang berlokasi di kompleks rumah, menjual suvenir seperti dasi dan dompet. Di kompleks itu juga ada kafe dan restoran.

Ruang Tamu

Ruang yang besar dan lapang ini menghadap ke teras dan didekorasi dengan warna oranye dan merah. Di sini terdapat patung kepala Buddha dari abad ke 14 dan patung-patung kayu dari Burma.

Lukisan-Lukisan Jataka

Dekat pintu masuk rumah tergambar adegan-adegan dari kisah Jataka. Panel yang dilukis di awal 1800 itu menggambarkan inkarnasi dari Sang Buddha.

Kamar Tidur Utama

Kamar ini mempunyai view taman dan penuh dengan patung, lukisan-lukisan kisah Jataka, dan foto-foto Jim Thompson.

Ruang Makan

Seperti kamar tidur utama, ruang makan juga mempunyai view ke taman. Ruang ini dihiasi beberapa porselen dari dinasti Ming dan beberapa lukisan yang indah.

Taman

Taman yang mengelilingi rumah mempunyai kolam dan dipenuhi oleh tanaman tropis seperti bunga, pisang, dan palem.

Penenun Sutera Ban Khrua

Di seberang khlong Saen Saep, sebuah komunitas penenun sutera Jim tinggal di Ban Khrua.

Patung Tubuh Buddha Dvaravati

Patung Buddha tanpa kepala ini berasal dari periode Dvaravati (abad ke 7-8). Ditemukan di propinsi Lopburi, patung itu kini dipajang di taman.

Ukiran Burma

Ukiran kayu yang mempunyai nilai artistik tinggi. Diantaranya adalah patung nats, roh yang masuk menjadi bagian agama Buddha ketika agama ini berkembang di Myanmar.

3. Museum dan Galeri Seni Lainnya

Galeri Nasional (National Gallery)

Karya seni tradisional dan kontemporer Thailand dipamerkan di sini. Di tempat ini juga sering diadakan pameran tertentu. Di akhir pekan ada pasar seni yang digelar di halaman.

Museum Seni Kontemporer (Museum of Contemporary Art)

Museum lima lantai yang modern ini adalah kebanggaan seniman kontemporer Thailand. Mempunyai 800an karya seni yang dipamerkan. Semuanya karya seniman-seniman terkenal Thailand seperti Chalermchai Kositpipat dan Tawan Dachanee.

H Gallery

Terletak di sebuah bangunan kolonial di Silom Road, H Gallery terutama memamerkan karya-karya abstrak seniman Asia kontemporer, seperti patung karya seniman Kamboja, Sopheap Pich.

Suan Pakkad

Rumah compound tradisional Thailand ini adalah contoh arsitektur Thailand yang sangat baik. Rumah ini berisi lukisan antik, ukiran, dan topeng-topeng yang digunakan di khon (teater bertopeng).

The Queen’s Gallery

Didirikan pada 2003 atas permintaan Ratu Sirikit, galeri ini menempati ruang pameran seluas 3.700 meter persegi. Sang Ratu ingin menunjukkan contoh-contoh utama seni visual Thailand. Galeri ini mempunyai toko yang menjual buku-buku seni dan kaos.

Museum Tekstil Ratu Sirikit

Museum yang dibangun dengan marmer putih Italia ini dulunya bangunan bekas royal treasury. Koleksinya meliputi pakaian modern dan seremonial kerajaan. Disini kita juga bisa melihat pakaian berbahan sutera Thailand.

The Art Center

Salah satu dari dua galeri di halaman kampus bergengsi Universitas Chulalongkorn, The Art Center menampilkan karya para profesor dari universitas serta seniman Thailand dan internasional. Galeri ini terkenal akan eksperimen dan instalasi interaktifnya.

Bangkok Art and Culture Centre

Tempat ini memamerkan karya seni dari semua media, mulai dari seni visual hingga musik dan desain. Pameran yang menarik sering diadakan di sini, juga pertunjukan di salah satu ruang pertunjukannya. Lantai atasnya mempunyai beberapa galeri seni kontemporer.

Museum of Siam

Museum interaktif yang menyajikan sejarah, seni, budaya, dan tradisi Thailand dari masa lalu hingga kini. Mereka menggunakan tampilan tradisional dan audio visual. Ini adalah museum yang bakal disukai anak-anak.

Floral Culture Museum

Terletak di rumah jati yang indah, museum ini menunjukkan peran bunga dalam budaya Thailand, baik untuk keagamaan maupun artistik. Di dalamnya juga dipajang bunga potong dan lukisan, di luarnya ada taman yang luas dan semacam warung teh.

Museum of Forensic Medicine

Orang lokal menjulukinya museum kematian. Kerangka, mayat yang dibalsem (termasuk mayat pembunuh berantai yang terkenal), dan bukti kejahatan dipamerkan di sini.

Tempat Wisata Untuk Anak-Anak

Dream World

Tempat bermain ini mempunyai roller coaster, kereta, wahana air, dan berbagai hiburan lainnya. Wahana lain yang menarik antara lain Snow Town, Fairytale Land, dan Seven Wonders of the World.

Peternakan Ular

Didirikan sebagai Pasteur Institute pada 1923, tempat yang dikelola oleh Palang Merah ini sekarang namanya menjadi Queen Saovabha Memorial Institute tapi lebih dikenal dengan nama Peternakan Ular. Pertunjukan dan pemberian makan ular dilakukan setiap hari.

SEA LIFE Bangkok Ocean World

Salah satu akuarium terbesar di Asia Tenggara ini dibagi menjadi beberapa zona seperti Ocean Tunnel dan Rocky Shore. Ada atraksi menyelam bersama hiu dan pemberian makan penguin dan hiu.

Funarium

Taman bermain indoor ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 13 tahun ke bawah. Memiliki ruang seni dan kerajinan, kelas memasak, dan restoran. Di akhir pekan ada acara story telling dan sulap.

Bangkok Butterfly Garden and Insectarium

Tempat ini dekat dengan stasiun Mo Chit Skytrain dan stasiun bawah tanah Chatuchak Park. Di sini ada lebih dari 500 kupu-kupu, pusat studi, taman bermain anak-anak, dan penyewaan sepeda.

Bangkok Dolls Museum

Museum ini dibuat oleh Tongkorn Chandavimol pada 1950an setelah kunjungannya ke Jepang, yang membangkitkan minatnya pada boneka dari berbagai negara dan jaman. Boneka yang dipajang di museum ini adalah koleksi pribadinya yang berasal dari seluruh dunia. Di sini kamu juga bisa membeli boneka buatan tangan.

Children’s Discovery Museum

Pamerannya meliputi Science Discovery Zone dan Incredible Me dimana anak-anak bisa belajar tentang tubuh, indera, dan emosi mereka.

Lumphini Park

Dinamai dengan nama tempat kelahiran Buddha di Nepal, taman yang luas ini terletak di pusat kota Bangkok. Di dalamnya ada danau besar dan banyak pohon rindang.

Flow House

Mesin surfing simulasi gelombang ini cocok untuk remaja. Tersedia instruktur yang siap untuk mengajari pengunjung.

Wisata Kanal di Bangkok

Pada abad ke 19 Bangkok dikenal sebagai Venice of the East, Venesia dari Timur, karena penggunaan kanal sebagai sarana transportasi di kota ini. Sekarang ini, sebagian besar kanal di sebelah timur sungai Chao Phraya telah diisi air lagi untuk membuat jalan baru. Namun area barat tetap dibiarkan seperti pada tahun 1800an, dengan jaringan saluran air yang menyebar ke pedesaan.

Kita dapat melihat-lihat kehidupan di tepi kanal dan berkunjung ke tempat wisata seperti Wat Arun dan museum Royal Barge (museum tongkang kerajaan). Untuk berwisata di kanal bisa menyewa perahu panjang yang ada di dermaga, atau mengambil paket tur dari agen wisata dengan perahu yang lebih besar, atau bisa juga naik kapal Saen Saep Express.

Pedagang Apung

Di pagi hari di Thonburi kamu bisa menyaksikan pedagang-pedagang apung berperahu menjual dagangannya dari rumah ke rumah.

Khlong Mon

Bercabang dari sungai di utara Wat Arun, kanal ini mengarah ke pertanian anggrek.

Rumah-rumah Tradisional Thailand

Rumah-rumah tradisional berbentuk rumah panggung memagari kanal di sebelah barat sungai Chao Phraya.

Perahu

Duduk-duduk di kafe tepi sungai kita bisa menyaksikan perahu-perahu hilir mudik. Ada tongkang besar, perahu kecil, dan perahu panjang beratap dan berwarna cerah.

Museum Tongkang Kerajaan (Royal Barge)

Museum ini berisi 8 tongkang kerajaan yang indah, dengan panjang sekitar 50 meter. Juga ditampilkan diorama jubah yang dikenakan oleh pendayung kerajaan. Serta informasi penggunaan tongkang di sungai dalam prosesi kerajaan. Tongkang terbesar, Suphannahongse, adalah tongkang yang dinaiki raja.

Khlong Bangkok Noi

Kanal ini dulunya merupakan kanal utama sungai Chao Phraya. Di dekat pintu masuknya terdapat Museum Tongkang Kerajaan dan sedikit lebih jauh terdapat Wat Suwannaram dengan muralnya yang kaya.

Kanal Saen Saep

Dari pusat kota, melalui kanal ini kita bisa mencapai kota tua. Kapal Saen Saep Express dijalankan dari Saphan Phanfa Lela ke Pratunam.

Sungai Chao Phraya

Sungai ini dinamai dengan nama pendiri dinasti Chakri, yaitu Chao Phraya Chakri. Sungai ini adalah sumber kehidupan, jalur transportasi air untuk berbagai kapal.

Khlong Bangkok Yai

Kanal ini populer dengan perahu wisatanya, jalurnya melewati banyak kuil termasuk Wat Kalayanamit yang mempunyai patung Buddha besar. Juga Wat Pak Nam yang terkenal dengan jimatnya. Perahu wisata juga berhenti di sebuah peternakan ular dan pasar terapung sepanjang Khlong Dao Khanong.

Pasar Terapung Damnoen Saduak

Di Damnoen Saduak kamu dapat menjelajahi kanal, berfoto, dan berbelanja oleh-oleh di pasar terapungnya.

Buah-Buahan

Banyak sampan di kanal yang menjual buah-buahan segar seperti pomelo (jeruk Bali), pisang, jambu air, dan nangka.

Kebun Buah

Banyak paket wisata yang menyertakan kunjungan ke kebun buah untuk mencicipi buah matang. Beberapa kebun buah memiliki ular sanca yang cukup jinak yang biasanya digunakan untuk berfoto.

Mie Perahu

Kamu bisa membeli kuay tiew rua (mie perahu) yang dijual dan dimasak dalam perahu kecil.

Pasar Ton Khem

Pasar Terapung Damnoen Saduak sebenarnya terdiri dari tiga pasar yang terpisah, yang paling besar adalah pasar Ton Khem. Pasar ini ramai dengan pedagang dan wisatawan sehingga sering terjadi kemacetan. Dua pasar terapung lainnya adalah Hia Kui dan Khun Phitak.

Jembatan Pasar Ton Khem

Jika kamu ingin mendapatkan view pasar terapung yang cakep, berdirilah di jembatan di pasar Ton Khem.

Pasar Hia Kui

Tidak jauh di selatan pasar Ton Khem, ada pasar Hia Kui yang memiliki nuansa lebih tradisional. Tepian kanalnya dipenuhi toko-toko suvenir.

Pasar Khun Phitak

Di kanal yang lebih kecil di selatan pasar Hia Kui, ada pasar Khun Phitak yang paling ramai dari ketiga pasar yang ada.

Sampan

Sebagian besar pedagang menggunakan sampan dan mengenakan ngob, topi tradisonal. Sedangkan perahu untuk turis berukuran lebih besar dan lebih panjang.

Oleh-Oleh

Banyak penduduk setempat yang menjual suvenir di tepi kanal. Mereka menjual topi tradisional, dompet sutera, sabun berukir, dan kartu pos berwarna-warni.

Selain Damnoen Saduak ada area lain yang juga mempunyai pasar terapung. Yaitu Amphawa, Tha Kha, Lam Phaya, Don Wai, Wat Sai, dan Taling Chan.

Pasar dan Tempat Belanja

1. Chatuchak Weekend Market

Pasar Chatuchak, yang buka setiap hari Sabtu dan Minggu, adalah pasar terbesar di Thailand. Diperkirakan 250 ribu orang mengunjungi pasar ini setiap harinya.

Pasar ini memiliki lebih dari 15.000 kios yang produknya dikelompokkan berdasarkan tema tertentu dan setiap seksi/bagian diberi nomor, sehingga mudah untuk menemukan barang-barang tertentu. Harga-harga di pasar ini bisa ditawar, bahkan beberapa pedagang jika ditawar mau menurunkan harga hingga setengahnya.

Dekorasi Rumah

Barang-barang untuk mempercantik rumah bisa ditemukan di bagian 2 hingga 7. Jika ingin membeli barang yang berukuran besar, kita bisa mengirimkannya ke alamat kita menggunakan jasa perusahaan pengiriman yang ada di pasar.

Kerajinan Tangan

Thailand terkenal di dunia dengan barang-barang kerajinannya seperti ukiran kayu, keranjang, keramik, sutera, dan perak. Barang-barang tersebut dapat ditemukan di bagian 8 pasar.

Tanaman

Pasar ini juga menjual tanaman seperti pohon bibit buah-buahan, mawar, melati, dan anggrek. Juga dijual pupuk, pot bunga, dan peralatan berkebun.

Buku

Bagian 1 menjual buku-buku. Disini kamu bisa mendapatkan buku seni, buku edisi pertama, dan majalah lama.

Kios Makanan dan Minuman

Lebih dari 400 kios makanan dan minuman tersebar di penjuru pasar. Banyak dari kios ini yang menjual makanan spesial andalan mereka.

Menara Central Clock

Menara ini menjulang tinggi di pusat pasar dan bisa terlihat dari banyak tempat. Jika tersesat pergilah ke menara ini, dari menara ini akan lebih mudah untuk menemukan jalan kembali.

Seniman dan Karyanya

Di bagian 7 adalah tempat para seniman bekerja di studio-studio kecil mereka. Banyak lukisan yang bagus di sini, bahkan yang bernilai tinggi. Lukisannya berupa karya asli dan reproduksi.

Pakaian dan Asesoris

Ada sekitar 5000 kios yang menjual pakaian, kain, dan asesoris. Kebanyakan kios itu berada di bagian 12, 14, 16, 18, dan 20. Harganya cukup murah, bagian ini cukup populer dan ramai.

Barang-Barang Antik

Terletak di bagian 26 adalah kios-kios yang menjual barang antik seperti furnitur, lukisan, patung Buddha, lampu,perhiasan, jam, dan ukiran.

Taman Chatuchak

Di utara pasar ada taman Chatuchak yang mempunyai danau buatan. Di taman ini ada J. J. Green, pasar barang bekas yang buka di malam hari.

2. Sampeng Lane Market

Pasar yang terletak di Chinatown ini buka dari jam 8 pagi hingga 6 sore. Di sini dijual barang elektronik, kain, pakaian, perhiasan, sepatu, mainan, DVD, makanan kering, dan banyak lagi. Kalau kamu membeli dalam jumlah banyak pedagangnya biasanya mau memberikan diskon yang cukup besar.

Pasar ini mempunyai banyak lorong sehingga kadang membingungkan bagi yang pertama kali belanja di sini. Makanan dan jajanan yang dijual di Sampeng Lane juga terkenal enak dan banyak macamnya. Sediakan waktu setidaknya 1-2 jam agar bisa benar-benar menikmati wisata di pasar ini.

3. Phahurat Market (Little India)

Letaknya tidak jauh dari tepi sungai Chao Phraya dan lingkungannya merupakan komunitas India terbesar di Bangkok. Tak heran kalau di sini dijumpai restoran kari, kuil Sikh, dan toko-toko tekstil.

Wisata kuliner menjadi daya tarik utama selain wisata belanja. Kamu bisa makan makanan India yang enak dengan harga murah. Salah satu restoran yang direkomendasikan adalah Royal India.

Di pasar ini terdapat kuil Sri Guru Singh Sabah seolah menjadi ikon. Dibangun pada 1932, kuil ini adalah kuil Sikh terbesar kedua di luar India. Setiap paginya di lantai dua disajikan sarapan vegetarian gratis.

Mayoritas barang yang dijual di sini adalah kain dan pakaian tradisional India. Kain sutera dari berbagai jenis dan warna bisa kamu dapatkan dan dijual per meter. Barang lain yang dijual adalah rempah-rempah, DVD Bollywood, barang elektronik bekas, dan kerajinan seni Hindu/Sikh.

4. Pak Klong Talad

Pasar ini merupakan pasar bunga terbesar di Bangkok. Kios-kiosnya menjual bunga segar potong dengan harga murah seperti mawar, anggrek, lili, tulip, krisan, dan banyak lagi. Namun saat-saat tertentu seperti hari ibu dan musim kelulusan harganya akan naik.

Meski buka 24 jam, aktivitas tertinggi di pasar ini terjadi antara jam 3-4 pagi. Di waktu itu penyuplai bunga segar berdatangan dan kamu bisa menyaksikan pemandangan menarik. Untuk belanja disarankan diluar jam-jam tersebut karena pedagangnya sedang sibuk dan kurang maksimal melayani pembeli.

5. Night Markets

Bangkok mempunyai banyak pasar malam, beberapa yang terkenal adalah di bawah ini.

Asiatique

Tempat ini merupakan kombinasi antara pasar malam dan mall, desainnya berbentuk kompleks pergudangan. Di dalamnya ada sekitar 1.500 butik dan 40 restoran. Buka mulai jam 5 sore sampai tengah malam, macam-macam barang yang dijual disini termasuk kerajinan tangan, pakaian, dan suvenir.

Rot Fai

Pasar terbuka ini terbagi menjadi tiga area, ada Market Zone yang menjual sepatu hingga mainan anak. Warehouse Zone yang menjual pakaian bekas hingga barang elektronik tua. Lalu Rod’s Antiques yang menjual furnitur antik hingga mobil klasik.

Chang Chui Bangkok Plane Night Market

Ikon pasar ini adalah sebuah pesawat Airbus dimana sekitarnya ditata dengan kursi-kursi dan menjadi tempat pertunjukan hiburan. Secara keseluruhan pasar ini mempunyai dekorasi artistik dengan hiasan patung dan mural. Selain belanja kamu juga bisa makan-makan di tempat ini, karena seperti di pasar lain di sini juga terdapat restoran dan tempat makan.

Silom Walking Street

Pasar ini dibuka setiap hari minggu dimana sebuah area jalanan ditutup dari jam 3 sore hingga 10 malam. Di sepanjang jalan umumnya dijual barang elektronik, makanan, dan pakaian. Menambah keasyikan berbelanja, di Silom Road ini juga ada pertunjukan musik dan tari tradisional Thailand.

Kuliner Tradisional Thailand di Bangkok

Tom Yam

Makanan berkuah ini rasanya asam, segar, dan lezat. Cocok untuk lidah orang Indonesia karena bumbunya tak asing seperti serai, lengkuas, dan daun jeruk.

Tom yam mempunyai banyak jenis ada yang berkuah bening, ada yang memakai santan, ada yang dicampuri susu, ada yang berbahan ikan, ada yang berbahan ayam, dan sebagainya. Namun yang paling populer di antara turis adalah tom yam kung, berbahan utama udang dan sudah dikenal sejak jaman kerajaan Rattanakosin.

Khao Niew Mamuang

Ketan dengan mangga, makanan yang cukup populer juga di Indonesia. Bahannya terdiri dari mangga, ketan, garam, gula, dan santan. Banyak dimakan terutama di musim kemarau dimana saat itu di Thailand sedang musim mangga.

Som Tam

Semacam salad yang berbahan utama pepaya muda ini mempunyai beberapa varian. Yang paling ringan rasanya adalah som tam Thai. Daging pepaya muda dipotong tipis-tipis memanjang dicampur dengan bumbu-bumbu yang sudah ditumbuk kasar: bawang putih, cabe, gula merah, kecap ikan, dan lainnya. Biasa dimakan dengan nasi ketan.

Tom Kha Gai

Makanan berkuah santan berbahan utama ayam, seringkali juga ditambahkan jamur. Bumbunya diantaranya serai, tomat, cabe, dan lengkuas. Biasa dimakan bersama nasi.

Pad Thai

Ini adalah kwetiau goreng ala Thailand yang dimasak dengan gula merah, udang, tahu, telur, dan sayuran. Saat disajikan, sebelum dimakan biasanya dibubuhi dengan perasan air jeruk.

Khao Pad

Alias nasi goreng ala Thailand. Seperti di Indonesia, di Thailand nasi goreng adalah masakan yang populer dan gampang ditemui.

Khao pad biasanya menggunakan telur dan udang, tapi ayam dan daging lain pun umum juga digunakan. Bumbunya antara lain bawang putih, kecap kedelai ala Thailand, dan saus tiram. Biasa disajikan bersama prik nam pla (kecap ikan dicampur potongan cabe).

Referensi:

  1. http://www.bangkok.com/shopping-top10-experiences.htm
  2. https://www.eatingthaifood.com/
  3. DK Eyewitness Travel, Top 10 Bangkok, Ron Emmons
Share This