Wisata Manca

Tempat Wisata di Amsterdam, Belanda yang Paling Menyenangkan

Written by Purwanto · 4 min read >
Tempat wisata di Amsterdam, Belanda

Berbagai tempat wisata di Amsterdam yang sangat menarik menjadikan kota cantik ini salah satu dari destinasi wisata paling populer di Eropa. Kotanya sendiri menawarkan keindahan arsitektur dan kanal-kanal yang bersih berpadu dalam tata letak kota yang harmonis. Kota yang elegan dan tenteram ini tidak terlalu besar, tapi kekayaan artistiknya luar biasa.

Banyak sekali yang bisa kamu lakukan selama liburan di kota yang didirikan di tahun 1275 ini. Tapi di tulisan ini saya cuma bahas sebagian saja yang menurut saya paling menarik.

Bersenang-Senang di Kanal Amsterdam

Jika naik trem adalah cara yang asyik untuk mengeksplorasi perkotaan Hong Kong, maka berperahu di kanal bisa jadi merupakan cara terbaik untuk mengeksplorasi Amsterdam. Menurut Wikipedia, Amsterdam mempunyai 165 kanal yang total panjangnya lebih dari 100 km, sekitar 90 ‘pulau’, dan sekitar 1.500 jembatan.

Ada banyak agen wisata yang menawarkan tur kanal, dengan total perahu yang digunakan lebih dari 200. Turnya biasanya mulai jam 9-10 pagi, start dari daerah Prins Hendrikkade atau Stationplein, letaknya di seberang stasiun Amsterdam Centraal.

Saat naik perahu aka nada pemandu atau rekaman audio yang memberi penjelasan seputar Amsterdam. Ada juga perahu-perahu yang menyediakan tempat untuk pengguna kursi roda dalam kapasitas terbatas.

Paket tur yang ditawarkan ada yang durasinya 1 jam, 1,5 jam, 2,5 jam. Kamu juga bisa mengambil tur kanal malam yang biasanya sudah termasuk makan malam. Asyik kayanya ya, malam-malam makan di kanal yang sedang melaju pelan sambil melihat-lihat bangunan di kota historis Amsterdam yang bagus-bagus arsitekturnya.

Bagi kamu yang lagi banyak uang bisa juga membeli kenyamanan dengan menyewa perahu privat. Bisa kamu naiki sendiri, bersama keluarga, atau teman-teman.

Sebagian perahu beroperasi layaknya angkot, jadi kamu bisa naik lalu turun di tempat tertentu, lalu naik perhau lagi dst. Bisa dimanfaatkan sebagai transportasi buat mengunjungi tempat-tempat wisata di Amsterdam.

Bagi yang punya kaki kuat bisa mencoba naik perahu kayuh, perahu ini muat sekitar 4 orang dan dijalankan dengan cara 2 penumpang depan mengayuh pedal. Pertama naik pelan dulu ya, biar terbiasa menjalankan perahunya, sebelum jalan-jalan di air menyusuri kanal. Kalau malas mengayuh kamu juga bisa menyewa perahu biasa.

Mengagumi Karya Seni di Museum Van Gogh

Saya tidak paham lukisan, bahkan lukisan Pablo Picasso yang terkenal saja saya tidak menyukai dan tidak memahaminya. Tapi ada juga karya beberapa pelukis besar yang saya sukai, salah satunya Vincent van Gogh. Selain karyanya, kisah hidupnya yang cukup tragis juga menarik bagi saya.

Umurnya 27 tahun ketika ia memutuskan untuk menjadi seniman. Orangtunya sangat tidak setuju, namun saudara laki-lakinya Theo mendukung keuangannya sehingga Vincent bisa fokus pada melukis.

Guru pertamanya adalah Anton Mauve, selanjutnya Vincent juga belajar sebentar di sekolah seni dan pada seniman lain. Namun sepertinya guru terbesarnya adalah dirinya sendiri yang bekerja keras dalam berkarya. Dalam kemiskinannya, Vincent sangat produktif menghasilkan 850 lukisan dan hampir 1.300 gambar di atas kertas.

Bagian terakhir hidupnya menyedihkan, sempat mengalami gangguan mental dan mendapat perawatan. Ia meninggal pada umur 37 di tahun 1890, dua hari setelah perutnya tertembak. Tidak jelas apakah dia menembak dirinya sendiri atau ditembak oleh orang lain.

Karya Vincent van Gogh kini tersebar di beberapa museum. Sebagian besarnya dikoleksi oleh Museum Van Gogh, Amsterdam. Berikut adalah beberapa karya Vincent yang dipamerkan di museum.

The Langlois Bridge

The Langlois Bridge, Arles, Maret 1888. Cat minyak di atas kanvas.

Sumber gambar: https://vangoghmuseum.nl/en/collection/s0027V1962

Sunflowers

Sunflowers, Arles, Januari 1889. Cat minyak di atas kanvas.

Sumber gambar: https://vangoghmuseum.nl/en/collection/s0031V1962

Almond Blossom

Almond Blossom, Saint Remy de Provence, Februari 1890. Cat minyak di atas kanvas.

Sumber gambar: https://vangoghmuseum.nl/en/collection/s0176V1962

Landscape with a Stack of Peat and Farmhouses

Landscape with a Stack of Peat and Farmhouses, Drenthe, September-Desember 1883. Cat air di atas kertas.

Sumber gambar: https://vangoghmuseum.nl/en/collection/d0386M1977

The Hill of Montmartre with Stone Quarry

The Hill of Montmartre with Stone Quarry, Paris, Juni-Juli 1886. Cat minyak di atas kanvas.

Sumber gambar: https://vangoghmuseum.nl/en/collection/s0012V1962

Selain karya Vincent van Gogh, koleksi lainnya adalah:

  • Karya seniman yang mempengaruhi Vincent.
    Diantaranya lukisan Haymaking (1887) karya Leon Augustin Lhermitte, lukisan Sunset at Villerville (1874) karya Charles Francois Daubigny, dan lukisan Homeward Bound (1881) karya Anton Mauve.
  • Karya seniman teman-teman Vincent.
    Diantaranya lukisan Vincent van Gogh Painting Sunflowers (1888) karya Paul Gauguin, lukisan Vincent van Gogh (1886) karya John Peter Russell, dan lukisan The Seine, Morning (1886) karya Charles Angrand.
  • Karya seniman-seniman Perancis.
    Diantaranya lukisan Tulip Fields Near The Hague (1886) karya Claude Monet, lukisan Route de Versailles (1871) karya Camille Pissarro, dan lukisan Mills Near Zaandam (1871) yang juga karya Claude Monet.
  • Japanese prints.
    Vincent pernah membeli 600 lebih karya cetak lukisan Jepang. Ia menyukai cetakan lukisan yang berwarna cerah dan mempunyai motif menarik. Ia menggunakan karya cetak itu untuk belajar dan sumber inspirasi, dan melukis ulang beberapa diantaranya. Sebagian besar karya cetak itu kini menjadi koleksi museum.
  • French printmaking.
    Karya cetak Perancis dari periode 1850-1905 berupa sampul buku, poster iklan, sketsa, karikatur, dan lain-lain. Koleksi ini jarang dipamerkan karena sensitivitasnya terhadap cahaya yang bisa menimbulkan kerusakan.

Belajar Sejarah Amsterdam di Museum Amsterdam

Saya suka mengetahui sejarah sebuah kota, jadi Museum Amsterdam ini wajib dikunjungi jika saya berwisata di Amsterdam. Museum ini tempat untuk mengenal sejarah Amsterdam berawal dari sebuah desa nelayan kecil hingga menjadi salah satu kota besar di Eropa.

Museum ini dibuka tahun 1926 dan awalnya menempati bangunan abad ke 15 yang aslinya adalah gerbang kota Amsterdam. Kemudian tahun 1975 berpindah ke bangunan bekas panti asuhan yang beroperasi sejak 1580an hingga 1960an.

Koleksi Museum Amsterdam

Museum ini memamerkan berbagai benda yang berkaitan dengan sejarah Amsterdam, dari Abad Pertengahan hingga saat ini. Banyak perabot asli dari panti asuhan kota dipajang. Juga artefak yang berkaitan dengan rumah Rasp, bekas rumah koreksi di Amsterdam di mana para tahanan dipaksa memarut (rasp) kayu untuk membuat serbuk kayu.

Pada 2011, museum ini mengelola 70.000 benda yang disimpan di beberapa bangunan dan area penyimpanan. Ada lukisan-lukisan yang menggambarkan kekayaan sejarah laut dan kolonial Amsterdam, ada sepatu anak-anak dari abad pertengahan dan beberapa temuan arkeologi di Amsterdam. Di Civic Guards Gallery dipamerkan lukisan karya pelukis besar jaman dahulu dan lukisan modern.

Berikut beberapa contoh koleksi Museum Amsterdam yang saya ambil dari katalog online mereka.

Pistol
Pistol

 

Globe
Globe

 

Ubin Keramik
Ubin Keramik

Musem ini juga menyediakan paket-paket tur dengan berbagai tema yang bisa kamu ikuti.

Amsterdam DNA

Tur multi media kurang dari satu jam ini akan mengenalkanmu pada sejarah Amsterdam dengan menonjolkan nilai-nilai kewirausahaan, pemikiran bebas, kewarganegaraan, dan kreativitas. Panduannya tersedia dalam bahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Cina, Jepang, Rusia, Portugis, Spanyol, dan Italia.

Semuanya dibagi dalam tujuh periode sejarah:

  1. City on Piles (1000-1500)
  2. Revolt Against the Church (1550-1600)
  3. Centre of the World (1600-1700)
  4. Liberty, Equality, Fraternity (1795-1815)
  5. Towards a Modern City (1870-1940)
  6. Second World War (1940-1945)
  7. Capital of Freedom (1945-)

Video di bawah ini adalah trailer tur Amsterdam DNA.

Het Kleine Weeshuis (The Little Orphanage)

Tur dalam bahasa Inggris dan Belanda ini bagian dari sejarah bangunan yang ditempati museum, yang dulunya digunakan untuk panti asuhan. Orangtua dan anak diajak mencicipi bagaimana hidup di panti asuhan pada abad ke 17. Dipamerkan ruang-ruang panti asuhan seperti ruang makan, ruang tidur bersama, toilet, dapur, ruang kelas hingga kandang sapi.

World – City

Pameran ini mengupas interaksi antara Amsterdam dengan dunia. Bagaimana Amsterdam mendapatkan tempat yang begitu menonjol di peta dunia? Siapa yang datang ke Amsterdam dan siapa yang meninggalkannya? Apa posisi Amsterdam di dunia?

Tur Dengan Guide

Museum juga menyediakan beberapa paket tur yang dipandu oleh guide. Paket The Golden Age fokus pada periode sejarah Amsterdam yang menarik yaitu jaman kemakmuran, riset, VOC, pembangunan kanal, perang, penindasan, dan perbudakan. Paket The History of Amsterdam menawarkan kisah bagaimana Amsterdam tumbuh menjadi sebuah kota seperti sekarang, sementara paket Custom Tours memberikan tur yang didesain sesuai keinginan dan kebutuhanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *