Puncak bukit Sikunir terkenal dengan sunrise-nya yang indah terutama di akhir Desember dan awal Januari. Di saat itu sunrise sedang di puncak keindahannya, dikenal dengan golden sunrise Sikunir. Imbasnya, di akhir Desember dan awal Januari, jumlah wisatawan pendaki meningkat lebih banyak dari biasanya.

Namun di musim penghujan kadang kabut menghalangi pemandangan sunrise. Sementara di musim kemarau cuaca biasanya cerah dan sunrise jelas terlihat.

Suhu di musim hujan justru terasa hangat, sementara di musim kemarau dingin sekali. Saking dinginnya pernah terjadi pompa air tidak bisa menyala karena airnya jadi es.

Menuju Sikunir

Bukit Sikunir terletak di desa Sembungan, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Untuk menuju ke sana rutenya cukup mudah.

Dari alun-alun Wonosobo ambil arah menuju Dieng. Sampai di gerbang/pertigaan Dieng ambil arah ke kiri lurus, kurang lebih 6km, ke desa Sembungan.

Sebelum sampai ke desa Sembungan kamu akan melewati Telaga Warna, destinasi wisata yang juga indah. Setelah melewati akses jalan yang masih terjal dan belum bagus, kamu akan sampai di desa Sembungan, desa tertinggi di pulau Jawa (2.300 meter di atas permukaan laut).

Untuk penginapan kamu bisa memilih homestay yang tarif per malamnya cukup murah. Homestay-nya bisa menampung rombongan banyak orang. Mushala, toilet, dan warung makan juga ada, Sembungan juga memiliki area parkir yang luas dan dijamin keamanannya.

Ke Telaga Cebong

Telaga Cebong

Telaga Cebong (Foto: Ashadi Cahyadi)

Karena tujuannya menyaksikan sunrise, maka kamu mesti memilih malam hari berangkat dari desa Sembungan ke puncak Sikunir. Namun sebelumnya kamu harus transit dulu di telaga Cebong, dimana terdapat pos pendakian. Telaga Cebong juga mempunyai area parkir sehingga kamu bisa membawa kendaraanmu sendiri.

Telaga Cebong sendiri masih alami dan indah, bisa kamu jadikan destinasi wisata lanjutan setelah menikmati sunrise di bukit Sikunir. Konon dinamai Cebong karena telaga itu banyak kecebongnya, ada juga yang bilang karena bentuk telaganya seperti kecebong.

Jarak dari parkiran Sembungan ke telaga Cebong kurang lebih 2 km. Kamu bisa berjalan kaki, naik kendaraan sendiri, atau memakai jasa ojek yang tarifnya murah.

Di telaga Cebong kamu bisa bersantai dulu menunggu pos pendakian dibuka jam 02.00 malam. Biasanya para wisatawan yang akan mendaki bukit Sikunir berkemah di pinggir telaga dahulu.

Silakan kamu mempersiapkan diri dan tenaga dengan makan dan beristirahat. Kamu bisa makan di warung-warung makan di sekitar telaga.

Menjemput Sunrise di Bukit Sikunir

Pemandangan sekitar kaki bukit Sikunir

Pemandangan sekitar kaki bukit Sikunir (Foto: Firman Firdaus)

Setelah pos pendakian dibuka, kamu bisa segera berangkat menuju puncak Sikunir. Namun, biasanya pendakian dimulai sekitar jam 4 pagi agar setibanya di puncak tidak terlalu lama meninggu sunrise muncul.

Meski melewati jurang, jalur pendakiannya cukup mudah. Jangan lupa kenakan jaket penahan dingin dan bawa senter untuk menerangi jalan. Kalau belum berpengalaman sangat disarankan menggunakan jasa pemandu lokal.

Kamu akan menyusuri jalan setapak yang menanjak selama kurang lebih 1 jam. Ada baiknya kamu membawa bekal air minum, tapi jangan buang botol tempat minummu sembarangan.

Setibanya di puncak kamu akan disambut oleh kabut pegunungan. Kabut itu semakin pagi akan makin menipis. Kamu bisa shalat Subuh di puncak jika sudah tiba waktunya.

Lalu tunggulah sambil berdzikir dan bertafakur akan kebesaran Allah. Matahari akan terbit dan kamu akan melihat pemandangan yang luar biasa. Jika cuaca cerah kamu juga bisa melihat deretan gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu yang tak kalah indahnya.

Puas menikmati golden sunrise dan pemandangan pegunungan, akan tiba saatnya kamu turun dari bukit Sikunir. Di perjalanan turun dari kejauhan kamu akan melihat telaga Cebong yang hijau. Kamu bisa menghabiskan sisa harimu bersenang-senang di telaga itu.

(Featured image: Adobe Stock)

Share This