Sarapan

Berburu Sarapan Khas Lokal di Bali

Written by Purwanto · 2 min read >
Kopi Bali

Kamu tahu kan, Bali itu punya banyak sekali destinasi wisata. Pilihan kulinernya juga banyak mulai dari yang tradisional hingga masakan mancanegara. Untuk sarapannya saja, kita dihadapkan pada banyak pilihan yang enak-enak.

Bagi saya, sarapan di Bali tidak boleh dilewatkan dengan menyantap makanan yang biasa saya makan. Mumpung di Bali, harus memanjakan lidah dengan sarapan khas Bali. Apalagi kita di Bali buat berwisata, penting kita bahagia sejak pagi agar sisa hari selanjutnya juga gembira, caranya ya dengan sarapan enak.

Nasi Kuning

Nasi kuning Bali mirip dengan nasi kuning Jawa, beras dimasak dengan kunyit dan rempah-rempah. Nasi ini banyak dijual di warung-warung dan pasar, selain untuk sarapan banyak juga yang menjualnya di saat malam.

Makannya ditemani lauk mi goreng, ayam, telur dadar iris, telur balado, daging sapi, kering tempe, ikan, dan sambal. Kamu bisa memilih sendiri lauk kesukaanmu.

Nasi Campur

Nasi campur ini kalau di Jawa mirip nasi rames, yaitu nasi putih yang dihidangkan dengan berbagai sayur dan lauk. Tentu saja yang membedakan adalah sayur dan lauknya khas Bali.

Sayurnya biasanya urap, tumis buncis, daun ubi, atau sayur kacang panjang. Lauknya bisa ayam betutu, ikan, bakwan jagung, sate lilit, telur, dendeng, udang, dan kacang tanah goreng.

Macam-Macam Tipat

Tipat adalah bahasa Bali untuk ketupat. Ada beberapa macam menu sarapan yang berbahan dasar tipat, cocok jika kita lagi malas makan nasi.

Tipat cantok adalah tipat yang disajikan dengan sayuran, tahu, sambal kacang dengan sedikit petis. Tipat kuah adalah ketupat dengan lawar, urap, dan kuah, rasanya gurih enak. Selain itu kabarnya masih ada beberapa masakan tipat lain khas Bali.

Nasi Jinggo

Nasi jinggo banyak dijual di pinggir jalan dan pasar tradisional. Biasanya dibungkus daun pisang dalam ukuran kecil seperti nasi kucing Yogyakarta. Lauknya macam-macam ada ayam pelalah, pindang ikan, serundeng, sayur nangka, kering tempe, dan sambal.

Selain untuk sarapan, nasi ini juga biasa menjadi menu makan malam yang murah dan enak. Kamu mungkin tidak cukup makan sebungkus, tapi jangan khawatir harganya murah kok.

Nasi Sela

Biasanya dijual di pasar tradisional dalam bungkusan daun pisang. Nasinya adalah nasi putih yang dicampur potongan ubi. Sayurnya urap dengan lauk ayam pelalah, pindang ikan, sayur tempe, dan sambal matah.

Bubur Mengguh

Bubur yang lembut ini rasanya gurih karena dimasak dengan santan. Penjualnya menyajikan dengan cara menaruh bubur merata di daun pisang, lalu disiram kuah bumbu rempah pedas dan dibiarkan meresap sebentar. Setelah itu baru diberi sayur dan lauk seperti ikan, ayam, telur, dan sambal matah.

Kopi Bali

Kalau kamu biasa mengawali hari dengan secangkir kopi, cobalah kopi Bali. Kopi yang ditanam di Bali adalah jenis Arabika dan Robusta, namun jenis Arabika yang lebih banyak ditanam.

Pilihlah kopi Bali yang diproses secara tradisional, tidak seperti daerah lain bijinya diambil sebelum buahnya mengering. Lalu disangrai menggunakan wajan dan kompor tradisional berbahan bakar kayu. Biasanya cara membuatnya dengan menyeduh bubuk kopinya dengan air panas.

Nasi Goreng Bali

Nasi goreng sudah jadi menu sarapan nasional dan mempunyai beberapa varian. Nasi goreng Bali mmepunyai cita rasa khas hasil dari penambahan bumbu yang biasa dipakai di kuliner lokal.

Setahu saya tidak ada resep standar untuk nasi goreng Bali. Tapi terkadang nasi goreng diberi tambahan bumbu seperti jahe, lengkuas, daun salam, terasi, daun jeruk, dan kunyit. Lauknya tergantung selera bisa sate lilit, telur, ayam, atau udang.

Bubur Injin

Bubur injin terbuat dari ketan hitam yang adakalanya dicampur dengan sedikit ketan/beras putih. Rasanya manis bercampur gurih dari santan. Biasanya dilengkapi dengan potongan nangka atau pisang, dan bisa dimakan dengan ubi.

Hotel di Bali kabarnya banyak yang menyajikan bubur injin sebagai sarapan. Konon turis mancanegara pun suka dengan makanan ini.

Beragam Jaje/Jajanan Pasar

Sekain bubur injin, Bali juga mempunyai banyak kue tradisional enak yang cocok untuk sarapan. Kamu bisa mencoba laklak yang mirip dengan serabi. Ada juga lempog, ubi kukus tumbuk (mungkin semacam getuk) dengan parutan kelapa.

Penyuka ketan bisa mencoba batun salak, bahannya tepung ketan yang ditambah gula aren. Giling-giling juga enak, bentuknya bulat kecil-kecil dibuat dari tepung kanji.

Kamu ngiler membayangkan makanan-makanan di atas? Buruan, jangan tidur terlalu larut, biar besok bisa bangun pagi berburu sarapan enak!

(Foto: Pixabay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *