Pernahkan kamu seperti saya, penasaran bagaimana sih asal muasal sarapan pagi? Sarapan adalah hal yang rutin saya lakukan, dan sempat terpikir pasti nenek moyang kita dulu juga sarapan sejak mereka ada di dunia ini.

Tapi ternyata tidak. Menurut riset kecil-kecilan yang saya lakukan, sarapan adalah kebiasaan yang terbentuk seiring perkembangan peradaban.

Sejarah Sarapan Pagi, Sejak Kapan Nenek Moyang Kita Mengenal Sarapan?

Apakah makan pagi sudah dikenal sebagai kebiasaan sejak nenek moyang kita pertama kali ada di dunia ini? Menurut saya, tidak, rutin makan di pagi hari bukan tradisi yang dilakukan manusia di jaman-jaman awal.

Jauh sebelum masa sekarang, manusia purba dulu hidup di jaman yang disebut jaman batu tua (paleolithikum). Mereka mendapatkan makanan dengan cara hanya berburu dan meramu. Pria bertugas memburu binatang, dan wanita bertugas mengumpulkan makanan dari alam seperti buah, dedaunan, umbi-umbian, dan kacang-kacangan.

Kehidupan mereka sangat bergantung pada sumber daya alam yang tersedia di sekitar. Karena itulah mereka hidup nomaden (berpindah-pindah). Jika binatang buruan dan makanan di sebuah tempat sudah menipis, mereka berpindah mencari daerah baru yang kaya binatang dan makanan.

Saya yakin mereka saat itu belum mengenal sarapan pagi. Karena jelas mereka belum mengenal memelihara ternak, bercocok tanam, dan menyimpan bahan pangan.

Tak ada sarapan sebelum masa penyimpanan makanan. Hari-hari paleolithikum diawali dengan berburu dan meramu, lalu mengolah makanan yang didapat, kemudian memakannya. Begitu terus setiap hari.

Sesekali bisa jadi mereka makan pagi dengan menu makanan sisa hari sebelumnya. Misalnya daging binatang yang dimakan di malam hari masih tersisa, lalu keesokan paginya dimakan. Tapi itu sepertinya jarang terjadi, dan karenanya mereka belum mengenal sarapan sebagai kebiasaan.

Barulah saat manusia mulai mengenal cara menyimpan makanan agar awet dalam jangka waktu lama, mereka mulai mengenal sarapan sebagai kebiasaan makan sehari-hari. Karena sudah punya persediaan makanan, manusia mulai bisa merencakanan besok makan apa.

Mereka butuh sarapan karena sehari-hari mereka bekerja berat, berburu dan meramu membutuhkan kekuatan fisik yang besar. Juga setelah mengenal cara beternak dan bercocok tanam. Kerja mereka masih berat, saat itu peralatan masih sangat sederhana dan lingkungannya masih sulit dengan adanya gangguan binatang liar, musuh, dan kerasnya alam.

Saya pikir, menu sarapan saat itu masih sederhana juga. Tingkat kuliner mereka masih dalam tahap sederhana. Akulturasi kebudayaan yang mempengaruhi kuliner juga belum atau belum banyak terjadi.

Catatan paling awal yang tentang sarapan pagi berasal dari Mesir. Firaun Mesir mempekerjakan pejabat istana yang bergelar Pengawas Sarapan Raja. Kata yang dipakai untuk kata sarapan adalah ja.w-r’ yang artinya membersihkan mulut. Menunya biasanya adalah roti yang direndam anggur.

Roti dan anggur adalah contoh identifikasi menu sarapan jaman kuno yang sederhana, umumnya terdiri dari makanan yang mudah dan cepat diolah. Bahannya biasanya dari bahan makanan yang tahan lama disimpan atau sisa makan malam kemarin.

Seiring berkembangnya teknologi, pengetahuan, pengalaman, dan akulturasi budaya, sarapan semakin beragam menunya. Lihatlah di jaman sekarang, kita di Indonesia bisa sarapan ala Jepang, Arab, Inggris atau Amerika. Karena teknik penyimpanan bahan pangan sudah sedemikian majunya, juga distribusi yang makin mudah, memungkinkan kita bisa mendapatkan bahan makanan dari penjuru dunia.

Meski demikian setiap daerah, setiap negara, masih mempunyai ciri khas sarapannya masing-masing.

Contoh Makanan untuk Sarapan Dari Berbagai Negara

Sepanjang pengetahuan saya menu sarapan di dunia didomonasi oleh makanan berupa nasi, mie, bubur, sereal, roti, kue, produk susu, telur, dan daging.

Tiap negara berbeda resep, cara mengolah, dan penyajiannya meski mungkin bahan yang digunakan sama. Mari kita lihat beberapa contoh menu sarapan dari berbagai negara.

Roti Panggang dengan Vegemite dari Australia

Roti tawar dipanggang lalu diolesi vegemite. Waktu pertama melihat vegemite dalam kemasan saya kira rasanya mirip dengan selai coklat atau nutella, tapi ternyata jauh bedanya. Vegemite rasanya agak pahit, asin, dan ada rasa dagingnya.

Nasi dan Sup Miso dari Jepang

Miso terbuat dari fermentasi kedelai, bentuknya kental seperti selai. Sup miso sendiri adalah campuran dari miso dan dashi, kuah yang terbuat dari rumput laut kering, baby sardines kering, serutan ikan cakalang asap kering, atau shiitake kering. Isiannya bisa terdiri dari sayuran, tahu, dan ikan.

Mohinga dari Myanmar

Mohinga adalah semacam sup ikan dan mie beras (semacam bihun) yang menjadi makanan nasional Myanmar. Mohinga mempunyai beberapa varian tergantung daerahnya. Makanan ini mudah didapat, banyak pedagang kaki lima yang menjualnya.

Nasi Lemak dari Malaysia

Mirip-mirip nasi uduk Indonesia, nasi dimasak dengan santan dan daun pandan. Biasanya disajikan dengan ikan bilis (teri), sambal, telur rebus, dan kacang goreng. Meski begitu variasi lauknya bisa beragam seperti ayam, daging kambing, telur goreng, cumi-cumi, dan rendang daging sapi.

Nasi Goreng dari Indonesia

Makanan nasional Indonesia yang sering dihidangkan saat sarapan. Ada beberapa varian nasi goreng yaitu versi rumahan, abang-abang, dan chinese food.

Setiap daerah di Indonesia sendiri biasanya memiliki makanan khas setempat utuk sarapan. Ada nasi uduk, nasi pecel, bubur, soto, nasi ponggol, dan banyak lagi. Negara lain juga kemungkinan besar seperti itu, tiap daerahnya mempunyai sarapan yang khas.

Silog dari Filipina

Silog adalah kependekan dari sinangag (nasi yang digoreng) dan itlog (telur). Seringkali ada bahan ketiga sehingga variannya menjadi banyak seperti bangsilog (bangus/bandeng + sinangag + itlog), tuysilog (tuyo/ikan kering + sinangag + itlog), tinasilog (tinapa/ikan asap + sinangag + itlog), dan banyak lagi.

Kasha dan Blini dari Rusia

Kasha adalah semacam bubur yang terbuat dari biji-bijian yang direbus dalam air atau susu, merupakan salah satu makanan nasional Rusia. Blini adalah panekuk/kue dadar yang terbuat dari tepung gandum dan biasa disajikan dengan makanan lain (misalnya mentega, kaviar).

Pannkakor dari Swedia

Ini juga kue dadar, dibuat dari tepung gandum, telur, susu, sedikit garam, digoreng dengan mentega. Bedanya mungkin pannkakor lebih tipis, mirip crepes. Cocok disajikan dengan krim kocok dan selai.

Baguette Panggang dari Perancis

Baguette adalah roti Perancis yang panjang biasanya terbuat dari adonan tanpa lemak. Bisa dibilang bentuknya mirip dengan sebuah tongkat. Baguette diiris-iris serong, dipanggang sampai kecoklatan dan krispi lalu dioles dengan selai, atau madu, atau mentega, atau nutella.

Waakye dari Ghana

Waakye adalah nasi dan kacang merah (atau kacang hitam) yang dimasak dengan daun millet kering. Warnanya merah didapat dari rebusan daun millet, bisa juga menggunakan daun sorgum kering. Waakye populer di Gana dan banyak dijual di pinggir-pinggir jalan, biasa disajikan dengan makanan pendamping/lauk.

Ful Mudammas dari Mesir

Ful mudammas adalah masakan kacang fava yang disajikan dengan jintan dan minyak sayur. Sering juga ditambahi cabe, bawang putih, bawang, peterseli, lemon atau bahan-bahan lain. Diyakini berasal dari jaman Mesir kuno, ful mudammas saat ini juga dijumpai di negara-negara Arab dan sebagian negara Asia dan Afrika.

Halwa Poori Choley dari Pakistan

Selain di Pakistan, halwa poori juga popular di India dan Banglades. Terdiri dari poori (roti yang digoreng) dan halwa (kue manis berbahan semolina). Biasanya didampingi dengan kari kentang campur buncis (choley), acar mangga, acar bawang, dan yogurt segar.

Changua dari Kolombia

Sup telur berkuah susu, biasa dihidangkan didampingi roti. Changua sangat umum dimakan saat sarapan di Bogota, ibukota Kolombia.

Chilaquiles dari Meksiko

Chilaquiles ini salah satu menu sarapan yang populer di Meksiko. Ada dua varian, merah dan hijau, tergantung jenis salsa (semacam saus) yang dipakai. Makanan ini adalah keripik tortilla jagung yang disiram salsa, dan diberi bumbu segar, queso fresco (keju Meksiko), crema (krim), telur, dan terkadang ayam.

Contoh Minuman Untuk Sarapan dari Berbagai Negara

Minuman untuk sarapan di dunia ini sepertinya didominasi oleh kopi, teh, coklat, dan jus jeruk. Menurut Andrew Dalby dalam bukunya The Breakfast Book, teh adalah yang paling populer untuk sarapan.

Tanaman yang berasal dari pegunungan barat daya Cina ini menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi saat sarapan di Asia Tenggara, Korea, dan Jepang. Ia juga menjadi minuman sarapan India, Pakistan, Afganistan, Srilanka dan Timur Tengah. Tak ketinggalan Inggris, yang identik dengan teh susu, juga menyajikan teh saat sarapan.

Seperti makanan, minuman untuk sarapan di berbagai negara pun unik dan khas, berikut ini beberapa contohnya.

Cafe Renverse dari Swiss

Minuman ini kebalikan dari café au lait-nya Perancis. Jika café au lait adalah kopi hitam yang atasnya diberi selapis susu panas, maka café renverse adalah susu panas yang diberi sedikit espresso.

Dou Jiang dari Cina

Gampangnya, dou jiang adalah susu kedelai yang biasa dikonsumsi hangat/panas, semacam separuh sup dan separuh minuman. Teksturnya halus dan mirip susu, namun aroma kedelainya kuat. Biasanya disajikan manis, namun kadang juga gurih dicampur cuka dan minyak cabe.

Sarabba dari Indonesia

Indonesia memiliki berbagai minuman hangat yang cocok diminum di pagi hari, sarabba adalah salah satunya. Minuman khas Makassar ini terbuat dari campuran jahe, santan, kuning telur, gula aren, dan merica bubuk. Sekarang sudah tersedia dalam kemasan botolan dan sarabba instan dalam sachet.

Teh Mentega dari Tibet

Air teh dicampur mentega dan garam, diaduk sampai larut. Hasilnya adalah minuman yang kental, enak, asin. Mentega yang dipakai berasal dari susu yak, sejenis sapi yang berbulu panjang.

Agua Dulce dari Kosta Rika

Agua dulce artinya air manis, terbuat dari air dan tapa. Untuk membuat tapa, tebu diambil airnya, dididihkan, diuapkan, dibentuk/dicetak menjadi bongkahan. Tapa ini kalau dilihat mirip dengan gula Jawa.

Untuk membuat agua dulce, tapa direbus dalam air mendidih sampai larut. Ada juga yang merebusnya dalam susu tetapi kurang umum.

Champurrado dari Meksiko

Coklat telah menjadi bagian budaya orang Meksiko sejak jaman Aztec. Champurrado adalah minuman coklat ini yang dicampur dengan gula, kayu manis, dan tepung jagung. Disajikan panas atau hangat.

Jus Naranjilla dari Ekuador

Buah naranjilla mirip-mirip tomat, tapi rasanya asam pahit. Jika dijus diberi gula atau sirup agar lebih nikmat.

Selain itu naranjilla juga dibuat saus, campuran es krim, pai, dan berbagai macam kue. Tapi yang paling umum dibuat jus. Buah dicuci, dihilangkan bulu/rambutnya, dipotong dan diblender, disaring, diberi pemanis lalu disajikan.

Salep dari Turki

Salep terbuat dari umbi anggrek Turki, menu sarapan populer di jaman Kesultanan Ustmaniyah. Popularitasnya kemudian menyebar sampai ke Inggris dan Jerman dimana minuman ini dikenal dengan nama saloop.

Cara membuatnya bubuk salep dicampur air sampai mengental, diberi pemanis, bunga jeruk atau air mawar. Popularitasnya turun ketika dikabarkan bahwa salep adalah obat yang bagus untuk penyakit kelamin, maka orang-orang pun malu meminumnya di depan umum. Sekarang, salep kembali populer dan pembuatannya ditambahkan susu skim, kayu manis, dan gula.

Penutup

Jika diamati asal-usulnya dan beragamnya perbedaan menu sarapan sedunia, ternyata sarapan pagi erat hubungannya dengan perkembangan kebudayaan manusia. Akulturasi kebudayaan juga mempengaruhi, misalnya teh yang populer di banyak negara aslinya berasal dari Cina. Getuk yang kita makan pagi-pagi singkongnya berasal dari Afrika.

Begitu Maha Baiknya Allah yang menata takdir sehingga kita jadi punya makanan dan minuman yang enak-enak untuk sarapan. Bahkan bisa sarapan juga nikmat yang besar, karena banyak di luaran sana yang tidak bisa sarapan dan terpaksa menahan lapar sampai bertemu dengan makanan. Jadi mulai sekarang mari kita hargai dan syukuri makan pagi kita, sesederhana apapun itu.

Share This